Rabu, 21 September 2016

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

TUGAS MATA KULIAH :
KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
KELOMPOK : 3


EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Dosen Pengampu :
Dr. Syamsurizal, M.Si



Disusun oleh ; 
HARYANTI
P2A616009

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS JAMBI




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Maslaha

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan
Dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 tentu mengalamai hambatan dan masalah. Untuk meminimlisir segala bentuk atau faktor yang menghambat pengimplementasian kurikulum 2013. Terutama untuk para peserta didik, dengan adanya kurikulum 2013 tidak semua peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran, guru diharapkan dapat menarik minat siswa untuk dapat berkreasi dan berinovasi. Guru harus mampu menciptakan genarsi yang berkarakter, berakhlak mulia sesuai dengan tujuan kurikulum 2013.   
Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pembeljaran kurikulum 2013 dapat meningkatkan minat belajar siswa?
2.      Faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas implementasi kurikulum 2013?

C.    Tujuan Penelitian
1.      Dapat mengetahui apakah pembelajara kurikulum 2013 dapat meningkatkan minat belajar siswa
2.      Dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas implementasi kurikulum 2013.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat teoritis
Dengan adanaya penelitian ini  dapat menjadi bahan kajian dalam implementasi kurikulum 2013.
2.      Manfaat praktis
a.       Bagi guru
·         Meningkatkan pemahaman tentang implementasi kurikulum 2013
·         Menjadi motivasi bagi guru untuk meningkatkan keprefosiannya sebagai pendidik
·         Menjadi suatu masukan agar guru lebih kreatif, dan inovatif dalam mengimplementasikan kurikulum 2013
b.      Bagi siawa
Meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat menjadi siswa yang  kreatif,  inovatif, berkarakter dan berakhlak mulia.
Meningkatkan hasil prestasi belajar untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yag lebih tinggi.



BAB II
PEMBAHASAN


1.      Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan
Kurikulum 2013 sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum ini merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikpa disiplin yang tinggi. Kurikulum ini secara resmi menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang sudah diterapkan sejak 2006 lalu. bukan hanya itu, Kurikulum ini pun mempunyai kelemahan dan keunggulan
Sementara itu, Purwadi (dalam Sudrajat, 2008) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian, yaitu :
·         kurikulum sebagai ide
·         kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum
·         kurikulum menurut persepsi pengajar
·         kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas
·         kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik
·         kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.

2.      Asfek-asfek yang terdapat dalam kurikulum 2013

Beberapa aspek yang terkandung dalam kurikulum 2013 tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan
Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperolehjuga  dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada kurikulum 2013 tersebut, pengetahuan bukanlah aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.
2. Keterampilan
Keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilansendiri  merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori semata.
3. Sikap
Aspek sikap tersebut merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Sedikitnya ada dua faktor besar dalam keberhasilan kurikulum 2013. Pertama, faktor penentu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur, yakni ;
·         ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar     pembentuk kurikulum;
·         penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan
·         penguatan manajemen dan budaya sekolah.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu :
  • kompetensi pedagogi;
  • kompetensi akademik (keilmuan);
  • kompetensi sosial; dan
  • kompetensi manajerial atau kepemimpinan.

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Kesiapan guru lebih penting daripada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dari guru-gurunya.
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Di sinilah guru berperan besar di dalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptif terhadap perubahan.