TUGAS MATA KULIAH :
KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
KELOMPOK : 3
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI
PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Dosen
Pengampu :
Dr.
Syamsurizal, M.Si
Disusun oleh ;
HARYANTI
P2A616009
PROGRAM
STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
JAMBI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Maslaha
Kurikulum
2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia.
Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk
menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum
2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa
sekolah menjadi sekolah rintisan
Dalam
mengimplementasikan kurikulum 2013 tentu mengalamai hambatan dan masalah. Untuk
meminimlisir segala bentuk atau faktor yang menghambat pengimplementasian
kurikulum 2013. Terutama untuk para peserta didik, dengan adanya kurikulum 2013
tidak semua peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Oleh
sebab itu dalam proses pembelajaran, guru diharapkan dapat menarik minat siswa
untuk dapat berkreasi dan berinovasi. Guru harus mampu menciptakan genarsi yang
berkarakter, berakhlak mulia sesuai dengan tujuan kurikulum 2013.
Pembelajaran
pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak
dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan
menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan
memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan
kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan
perkembangannya dan lingkungannya
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
pembeljaran kurikulum 2013 dapat meningkatkan minat belajar siswa?
2. Faktor
apa saja yang mempengaruhi efektivitas implementasi kurikulum 2013?
C. Tujuan Penelitian
1. Dapat
mengetahui apakah pembelajara kurikulum 2013 dapat meningkatkan minat belajar
siswa
2. Dapat
mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas implementasi kurikulum
2013.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat
teoritis
Dengan adanaya penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dalam implementasi
kurikulum 2013.
2. Manfaat
praktis
a. Bagi
guru
·
Meningkatkan pemahaman tentang
implementasi kurikulum 2013
·
Menjadi motivasi bagi guru untuk
meningkatkan keprefosiannya sebagai pendidik
·
Menjadi suatu masukan agar guru lebih
kreatif, dan inovatif dalam mengimplementasikan kurikulum 2013
b. Bagi
siawa
Meningkatkan motivasi belajar sehingga
dapat menjadi siswa yang kreatif, inovatif, berkarakter dan berakhlak mulia.
Meningkatkan hasil prestasi belajar
untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yag lebih tinggi.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Kurikulum
2013
Kurikulum
2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia.
Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk
menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum
2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa
sekolah menjadi sekolah rintisan
Kurikulum
2013 sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum ini
merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah
kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter,
dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi
dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikpa disiplin yang tinggi.
Kurikulum ini secara resmi menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
yang sudah diterapkan sejak 2006 lalu. bukan hanya itu, Kurikulum ini pun
mempunyai kelemahan dan keunggulan
Sementara itu, Purwadi
(dalam Sudrajat, 2008) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian, yaitu
:
·
kurikulum sebagai ide
·
kurikulum formal berupa dokumen yang
dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum
·
kurikulum menurut persepsi pengajar
·
kurikulum operasional yang dilaksanakan
atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas
·
kurikulum experience yakni kurikulum
yang dialami oleh peserta didik
·
kurikulum yang diperoleh dari penerapan
kurikulum.
2.
Asfek-asfek
yang terdapat dalam kurikulum 2013
Beberapa aspek yang
terkandung dalam kurikulum 2013 tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan
Untuk
aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum
yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam
hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperolehjuga dari
Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada
kurikulum 2013 tersebut, pengetahuan bukanlah aspek utama seperti pada
kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.
2. Keterampilan
Keterampilan
merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan
merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah
kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat
berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilansendiri merupakan
salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka
siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya
menjadi teori semata.
3. Sikap
Aspek
sikap tersebut merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap
meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama.
Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap
saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu
efektif.
Sedikitnya ada dua faktor besar
dalam keberhasilan kurikulum 2013. Pertama, faktor penentu, yaitu kesesuaian
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua,
faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur, yakni ;
·
ketersediaan
buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum;
·
penguatan
peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan
·
penguatan
manajemen dan budaya sekolah.
Pada diri guru, sedikitnya ada
empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan
keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu :
- kompetensi pedagogi;
- kompetensi akademik (keilmuan);
- kompetensi sosial; dan
- kompetensi manajerial atau kepemimpinan.
Guru sebagai ujung tombak
penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap
beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Kesiapan guru lebih penting daripada
pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam
kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam
melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan
(mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui
setelah menerima materi pembelajaran dari guru-gurunya.
Melalui empat tujuan itu
diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh
lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Di
sinilah guru berperan besar di dalam mengimplementasikan tiap proses
pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas
tapi juga adaptif terhadap perubahan.